<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8088415005245040395</id><updated>2011-04-21T11:33:47.043-07:00</updated><title type='text'>idhul</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://idhul.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8088415005245040395/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idhul.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>idhul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18414090669148631123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8088415005245040395.post-6687028586511728918</id><published>2008-05-28T00:15:00.000-07:00</published><updated>2008-05-29T00:17:22.900-07:00</updated><title type='text'>eSTeeM on the story</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;”Kisah lulusan STM yang menjadi Direktur perusahaan instrumentasi dan pengendalian” by &lt;em&gt;Taufik Mahlan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#3333ff;"&gt;Masa kecil menjadi penambal ban&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#cccccc;"&gt;Saya diberitahu &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bahwa saya lahir di desa Tegal Kunir, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, hari Rabu, tanggal 25 November 1953. Buktinya kemudian diperlihatkan kepada saya sebagai akte kelahiran yang baru dibuat ketika saya sudah berumur lebih dari setahun. Akte kelahiran itu diketik diatas kertas bekas. Tulisan di belakang akte kelahiran itu sepertinya dokumen dinas pertanian. Ayah bilang, untuk memperoleh akte itu perlu sidang pengadilan dengan banyak saksi. Saya tidak pernah tanya apakah saya hadir di sidang itu. Sayang, akte kelahiran antik itu hilang tahun 1986, ketika kami pindah dari rumah kontrakan ke rumah kreditan.&lt;br /&gt;Keluarga kami cukup kekurangan, karena ketika ayah pensiun dari pegawai Kabupaten tahun 1982, pangkatnya adalah golongan IIIa. Ayah wafat tahun 1995. Tahun 1965-66, setelah peristiwa G-30-S, dalam seminggu kami cuma makan nasi sekali dalam seminggu. Selebihnya makan nasi-jagung, atau ketela pohon, atau ubi jalar. Waktu itu saya kelas satu SMP, dan ikut demo dalam barisan KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia). Saya tidak mengerti apa yang kami perjuangkan. Tapi saya mengagumi beberapa orang kakak kelas, laki-laki maupun perempuan, yang pandai berpidato di depan barisan kami dan mengajak kami untuk berjuang.&lt;br /&gt;Untuk menambah penghasilan, kami menjadi penambal ban, dimulai dengan menambal ban sepeda kakak, ayah, dan kakek. Kami juga menjadi tukang reparasi sepeda yang ada di rumah kami. Ayah bilang, nanti masuk STM saja, supaya cepat bekerja, ”Kan, sudah bisa reparasi sepeda”, kata beliau. Atas saran tersebut, saya masuk STM jurusan listrik. Sekolahnya di Jakarta, sedangkan kami tinggal di Tangerang yang jaraknya kurang lebih tiga puluh kilometer. Saya biasanya berangkat pagi-pagi sekali, dan baru pulang lewat magrib, terkadang dalam keadaan basah kuyup, padahal di rumah tidak hujan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mengikuti jejak Bung Karno untuk kuliah di ITB – tapi ditolak karena lulusan STM&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Saya memperoleh peringkat yang baik di sekolah, karena teman-teman lain tidak serius belajar. Melihat nilai saya yang baik, saya bertekad untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Perguruan tinggi yang saya inginkan adalah ITB. Ayah pernah mengajak kami ke Bandung dan menunjuk bangunan besar dan hitam di kejauhan, yang kemudian saya ketahui sebagai Aula Barat, sambil berkata: ”Itu ITB. Dulu Bung Karno kuliah di situ”.&lt;br /&gt;Saya lulus STM pada akhir tahun 1971 dengan penghargaan¬penghargaan prestasi (”flying colours”). Saya lalu pergi ke Bandung untuk mendaftarkan diri ke ITB. Di Aula Barat, pihak administrasi penerimaan mahasiswa-pun kemudian bertanya setelah tahu saya adalah lulusan STM :&lt;br /&gt;”Mana surat pengalaman kerjanya, dik?”&lt;br /&gt;”Belum pernah bekerja, pak. Baru lulus. Kalau surat kerja praktek ada”.&lt;br /&gt;”Wah, kalau dari STM harus bekerja dulu minimal dua tahun, baru boleh daftar disini.”&lt;br /&gt;Saya terus berusaha untuk bisa mengikuti ujian di ITB tanpa harus bekerja dua tahun dulu, misalnya dengan memperlihatkan rapor dan nilai ujian akhir saya yang relatif sangat baik. Nilai¬nilai yang sangat baik nampaknya tidak bisa mempengaruhi pihak ITB. Saya coba sodorkan Surat rekomendasi dari Kepala Sekolah yang menampilkan prestasi saya. Surat ini juga tampaknya tidak mempunyai pengaruh apapun. Saya kemudian tunjukkan juga Tanda penghargaan sebagai bintang pelajar STM se-DKI tahun 1970 yang ditanda-tangani Bang Ali. Ternyata surat ini-pun tidak laku. Saya kecewa berat dan marah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mencari pengalaman 2 tahun bekerja di perusahaan baru yang bernama PT Elnusa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Saya akhirnya kembali ke Jakarta dan berniat mencari kerja selama dua tahun agar kemudian bisa mendaftar lagi di ITB. Seorang teman memberi tahu ada penerimaan karyawan di sebuah perusahaan baru untuk menjadi teknisi radio. Caranya gampang, ikut tes dulu, kalau lulus baru mengisi formulir dan menyerahkan kelengkapan administrasi. Perusahaan itu namanya PT Elektronika Nusantara, disingkat PT Elnusa. Saya terlambat mengikuti test di sekolah saya sendiri, tapi boleh saja ikut keesokan harinya di sekolah lain.&lt;br /&gt;Seminggu kemudian saya ada dalam daftar peserta ujian yang lulus, dengan nilai 5 dari 10. Kali ini yang diterima 50 orang dari 500an orang yang mengikuti tes. Inilah pekerjaan saya yang pertama. Mula-mula jadi teknisi instalasi sistem komunikasi radio yang nama ”kerennya” IOCS (Integrated Oil Communications System). Sistem ini menghubungkan lokasi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak yang beroperasi di seluruh Indonesia dengan kantor pusat mereka di Jakarta. Komunikasi yang disediakan selain suara adalah telex dan fax. Yang namanya mesin fax pada tahun 1970-an besarnya hampir seukuran sebuah mobil. Enam bulan kemudian, saya menjadi operator radio. Enam bulan berikutnya lagi ditraining untuk menjadi teknisi radio. Setelah itu saya ditempatkan di Kalimantan selama dua tahun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Berpetualang di hutan-hutan Kalimantan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Saya pernah selama tiga bulan menginap di Tarakan, tetapi tiap pagi berangkat ke lokasi pengeboran naik helikopter selama satu jam terbang. Biasanya cuma kami berdua di dalam helikopter, sang pilot dan saya. Jadi saya mendapat kesempatan untuk duduk didepan, dan terkadang diminta untuk memegang tongkat kemudi oleh pilotnya yang orang Amerika semua.&lt;br /&gt;Pernah terjadi, setelah setengah jam lepas landas menuju lokasi, pilot memutar arah kembali ke pangkalan. Saya tanya ada apa, dia cuma menjawab:”Ada yang nggak beres nih.” Tapi saya dengar dia berbicara ke pangkalan mengenai gearbox. Setibanya di pangkalan, saya tanya ke sang teknisi, bagaimana pilotnya bisa mengetahui kalau gearboxnya ada masalah. Jawabnya: ” Kalau dia tidak keburu tahu, kami mungkin terpaksa harus mencari kalian di tengah hutan sana”.&lt;br /&gt;Ketika tiga bulan berlalu, saya digantikan oleh seorang teman yang pernah sekelas dengan saya di STM, tapi baru diterima di PT Elnusa. Seminggu kemudian saya mendengar kabar, teman tersebut tewas karena helikopternya jatuh sebelum tiba di lokasi. Konon beritanya ada di radio Australia, tapi tak pernah masuk dalam pemberitaan di dalam negeri. Saya teringat kejadian gearbox yang rusak ditengah perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Ikut membangun 30 Stasiun Bumi di berbagai pelosok dengan setumpuk masalah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Akhir tahun 1975, PT Elnusa menjadi subkontraktor tiga perusahaan Amerika yang memenangkan pembangunan 30 Stasiun Bumi SKSD (Sistem Komunikasi Satelit Domestik) di seluruh Indonesia. Elnusa mengirim tiga tim untuk di-training di masing-masing perusahaan selama 3 bulan. Dua tim dikirim ke Los Angeles dan satu tim dikirim ke San Francisco selama. Kami di-training tentang stasiun bumi, bagaimana menangani keadaan darurat dll.&lt;br /&gt;Kembali ke Indonesia, saya menjadi tim leader pengoperasian awal untuk 15 stasiun bumi di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Pekerjaan tim saya, yang terdiri dari 3 orang, adalah menyalakan stasiun bumi yang peralatannya dipasang oleh tim instalasi. Kenyataannya, dari 15 stasiun yang harus kami hidupkan, tak satupun bisa langsung kami nyalakan. Hampir semuanya belum memiliki saluran bahan bakar dari tangki utama ke tangki harian, dan dari tangki harian ke mesin diesel penggerak generator. Tim harus belajar memasang pipa, mengukur, memotong, menyenai, menyambung dengan benar, tanpa ada pelatihan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Di Pekanbaru, panel pemindah dari PLN ke Genset kami temukan terbakar, dan semua kabelnya harus diganti. Di Padang, dimana salah seorang dari kami ditawari untuk jadi suami seorang gadis dengan iming-iming segerobak durian, UPS-nya juga sudah hangus terbakar. Di Palembang semua video monitor cuma mengeluarkan satu garis horisontal. Stasiun bumi Bengkulu ditinggalkan tim instalasi dengan sebagian besar kabel masih dalam gulungannya.&lt;br /&gt;Yang paling parah adalah stasiun bumi Palu, Sulawesi Tengah. Antena parabola berukuran 10 meter itu jatuh menunduk, sehingga empat panel harus diganti. Kami membawa sendiri panel antena pengganti dari Balikpapan. PT Elnusa terpaksa men-charter pesawat DC3 (Dakota) Angkatan Udara untuk mengangkut panel ini dari Balikpapan ke Palu. Di dekat cockpit saya menemukan beberapa kaleng oli. Saya tanya untuk apa kaleng oli tersebut, teknisi menjawab: ”setiap terbang dua jam, tiap mesin perlu ditambah oli-nya”. Persis seperti oplet pikir saya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Memutuskan keluar dari PT Elnusa untuk kembali mencoba ikut ujian masuk ITB &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Tak terasa tahun 1976 mendekati akhir. Saya lupa bahwa semula saya berniat bekerja untuk dua tahun saja, sekedar untuk memenuhi salah satu syarat agar boleh mendaftar di ITB. Lima tahun sudah saya bekerja, dan terdampar jauh di Palu sana. Saya baca di surat kabar, ujian saringan penerimaan mahasiswa baru tahun 1977 untuk lima universitas, termasuk ITB. Ujian akan diselenggarakan oleh SKALU (Sekertariat Kerjasama Lima Universitas).&lt;br /&gt;Saya terjaga, walaupun terlambat tiga tahun. Pada bulan ketiga saya berada di Palu, saya mengajukan surat permohonan mengundurkan diri dari PT Elnusa, dengan alasan hendak melanjutkan pendidikan. Bagian personalia menunjukkan surat yang pernah saya tanda-tangani, yang menyatakan bahwa saya akan bekerja minimum selama satu tahun setelah selesai training dari Amerika. Saya baru bekerja kurang dari sembilan bulan. Saya merasa harus segera kembali ke Jakarta untuk mengikuti kursus bimbingan belajar, karena saya tahu salah satu mata ujian SKALU adalah biologi, yang tidak pernah saya dapatkan di STM.&lt;br /&gt;Untunglah beberapa orang atasan saya menyatakan bahwa saya boleh pergi tanpa harus mengganti kekurangan masa ikatan dinas saya. Saya segera mendaftar di salah satu bimbingan belajar di Jakarta, dengan harapan dapat mendongkrak pengetahuan biologi saya dalam waktu sebulan. Saya merasa tidak khawatir dengan fisika, matematika dan kimia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mempelajari Biologi, Kimia, Matematika &amp;amp; Fisika yang sangat sulit bagi lulusan STM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Tetapi begitu saya menerima modul-modul fisika, matematika dan kimia, segera saya menyadari bahwa saya hanya mampu menjawab sekitar 20% saja dari soal-soal yang diberikan. Lima tahun sebelumnya saya mampu menyelesaikan soal-soal Aljabar, Goneometri, dan Differensial integral di STM, tanpa banyak kesulitan. Sekarang, semuanya digabung jadi matematika, dan sulitnya minta ampun. Begitu juga materi ujian Kimia. Di STM, kimia hanya diberikan sampai kelas dua. Jadi jelas memang banyak kurangnya. Fisika masih lebih baik, karena saya tidak terlalu asing dengan soal-soalnya. Lalu dengan Biologi, saya terus terang tidak punya harapan lagi. Waktu yang sebulan akhirnya habis justru untuk mempelajari dan berlatih Matematika dan Kimia. Sesekali saya kerjakan soal-soal Fisika. Untuk Biologi saya praktis tidak sempat belajar karena tidak punya waktu.&lt;br /&gt;Ujian SKALU saya tempuh di Stadion Utama Senayan. Seminggu kemudian saya memperoleh kartu ”Dapat Mendaftarkan di Perguruan Tinggi”. Banyak yang sudah menangis kegirangan ketika memperoleh kartu ini, padahal kartu itu bukan tanda diterima di perguruan tinggi pilihan. Saya tahu masih ada kompetisi lagi. Saya mendaftar ke ITB dan berdoa semoga nilai saya berada di 1200 paling tinggi diantara ratusan ribu yang mendaftar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Diterima di ITB tapi sangat membenci Orientasi Studi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Pada usia 23 tahun, saya mengikuti Pekan Orientasi Studi (OS) di ITB. Saya benci sekali acara itu. Pelecehan terhadap kecerdasan dan hak azasi manusia. Tetapi dalam bidang ini, rupanya “putra-putri terbaik Indonesia”, alias senior kami ini, luar biasa kreatifnya untuk menyusahkan kami. Selama masa yang menyiksa ini saya tak pernah lupa bahwa saya lima tahun lebih tua dari teman-teman seangkatan saya, dan beberapa tahun lebih tua dari senior yang menzalimi kami. OS tidak memberikan kesan yang baik pada saya. Saya bertahan karena solidaritas kepada kawan-kawan, tidak berharap apa-apa, dan merasa tidak memperoleh apa apa, kecuali satu hal yang sangat menyenangkan.Yaitu: akhirnya OS selesai.&lt;br /&gt;Lewat OS, masuklah matrikulasi. Karena matrikulasi adalah SMA kelas empat, ketemu lagi dengan biologi. Matrikulasi satu semester, dilanjutkan dengan Tingkat Pertama Bersama (TPB) selama dua semester. Slogan Dewan Mahasiswa kala itu: ”Mari kita perangi kebodohan” (ini saya setuju). ”Jangan cepat-cepat lulus, berjuanglah dulu sebagai mahasiswa” (yang ini saya tidak setuju). Saya selalu melawan slogan ini dengan: cepatlah lulus, cepatlah jadi produktif. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Memilih jurusan Elektro dan mengurangi acara setrum-menyetrum&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Ketika TPB hampir berakhir, ada proses penjurusan. Pilihlah tiga jurusan favorit, dilanjutkan dengan berdoa. Pilihan pertama saya Jurusan elektro, kedua Fisika teknik, ketiga kosong. Ternyata ada bangku kosong di elektro untuk saya. Ketemu OS lagi. OS jurusan yaitu untuk menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Elektro (HME). Tak ada manfaatnya, kecuali sebagai pelampiasan frustrasi sejumlah senior yang belum lulus-lulus.&lt;br /&gt;Tahun berikutnya saya jadi anggota panitia OS jurusan, dengan niat memperbaiki hal-hal yang sangat tak berguna seperti menyetrum peserta OS di lumpur situ Patenggang. Acara setrum¬menyetrum masih ada, tetapi dengan cara yang lebih elegan. Setrumnya dibatasi, dan jika beruntung setrum malah tidak menyengat anda. Saya mulai lega dan nyaman ketika mulai ketemu mata kuliah elektronika dan telekomunikasi. Di bidang ini saya sudah punya pengalaman lima tahun, termasuk satelit. Segalanya menjadi lebih mudah.&lt;br /&gt;Maret 1982 saya ikut wisuda. Tugas akhir: Komunikasi Optik, sebuah studi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kembali ke PT Elnusa &amp;amp; mendalami bidang instrumentasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;PT Elnusa yang saya tinggalkan tahun 1976, memberi saya beasiswa tugas akhir tahun 1981. Perusahaan ini memang istimewa. Dulu saya dibebaskan dari kewajiban membayar ganti rugi training, sekarang malah saya diberi beasiswa. Tapi, sebagaimana biasa, beasiswa dikaitkan dengan ikatan dinas. Jadi, saya harus kembali ke Elnusa setelah lulus nanti. Saya kembali bekerja di Elnusa sampai tahun 1984. Seorang sekretaris yang kerap membantu saya menyusun proposal, dijodoh-jodohkan oleh kawan-kawannya dengan saya. Saya mau saja. Kami menikah pertengahan tahun 1983, ketika saya ditempatkan di proyek pembangunan kilang Pertamina di Cilacap.&lt;br /&gt;Penempatan di Cilacap memperkenalkan dunia instrumentasi industri kepada saya. Ini adalah dunia teknologi multidisiplin, sehingga saya harus mengerahkan segala pengetahuan dan pengalaman saya agar dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Hal¬hal yang menyangkut listrik dan elektronika secara sendiri-sendiri tidak memberikan kesulitan yang berarti. Sehingga saya dengan segera dikenal sebagai tukang reparasi alat listrik dan instrumentasi yang handal.&lt;br /&gt;Tetapi ketika peralatan ini digabungkan dengan peralatan lain yang mekanikal dan pneumatik, membentuk suatu lingkaran pengendalian (control loop), pengetahuan dan pengalaman elektronika dan telekomunikasi sedikit sekali membantu. Pengetahuan mengenai Sistem Pengaturan-lah, dimana saya memperoleh nilai D dua semester berturut-turut, yang dapat membantu. Tetapi, sekalipun saya bodoh dalam bidang ini, saya kira saya tetap berhasil menjaga citra sebagai ahli instrumentasi.&lt;br /&gt;Pengetahuan saya mengenai elektronika sederhana memberikan kesempatan untuk memecahkan berbagai problem instrumentasi di berbagai industri. Bahkan sebuah kejadian pernah menyebabkan saya digosipkan sebagai dukun yang dapat mengusir hantu di rumah turbin¬generator. Inilah kisah pendeknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sebuah kisah tentang pengendalian turbin-generator listrik&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Turbin uap besar penggerak generator listrik (20 MVA) memang dimanja. Ketika start up, peningkatan putaran terhadap waktu harus mengikuti kurva tertentu, untuk menjaga agar frekuensi resonansi sistem mekanis tidak terpicu. Bila putaran ini melenceng keluar dari wilayah toleransi kurva, sistem kendali akan mematikan sistem, dan proses start-up harus diulangi dari awal. Ketika saya diminta untuk membantu memecahkan masalah, kabarnya berminggu-minggu start up selalu gagal, karena sistem kendali selalu menganggap kurva start up tidak dipatuhi.&lt;br /&gt;Teknisi vendor sistem kendali baru bisa datang bulan depan, dan teknisi kontraktor tidak dapat menemukan masalahnya. Sinyal dari sensor kecepatan dapat dibaca, tetapi selalu ”kacau” ketika mencapai putaran tertentu. Simulasi sinyal dengan generator pulsa memperlihatkan bahwa sistem kendali dapat membaca sinyal sampai frekuensi yang tertinggi. Tetapi sistem selalu saja shut down sebelum turbin mencapai kecepatan yang diperlukan.&lt;br /&gt;Mengalahkan jin penunggu rumah turbin Akhirnya para ahli asing itu tidak lagi memperdulikan gengsi, dan meminta saya, tukang reparasi handal dari instrument shop, untuk memecahkan teka teki di power house. Secara tak sengaja segera saya ketahui bahwa sistem kendali ternyata tidak dapat menerima pulsa yang terlalu sempit.&lt;br /&gt;Sedangkan pulsa dari speed sensor, yang memindai lubang kecil pada poros tubin, memang tidak simetris, dan akan makin sempit ketika putaran makin tinggi. Sayangnya pulsa sudah terlalu sempit sebelum putaran yang dikehendaki, sehingga tidak terbaca oleh sistem kendali. Oleh karena itu sistem menganggap speed sensor rusak dan mematikan turbin sama sekali.&lt;br /&gt;Memperlebar atau memperbesar lubang pada poros turbin untuk memperlebar pulsa sama sekali bukan pilihan.&lt;br /&gt;”Gila, kali. mau merusak shaft balance?” Begitu kira kira kata bule-bule itu waktu saya jelaskan masalahnya. Pulsa sempit bukan masalah bagi orang yang kenal dengan one shot multivibrator, yang salah satu kegunaannya adalah memperlebar pulsa. Dua buah transistor, tiga buah resistor, dan sebuah capacitor memecahkan masalah ini. Pada zaman itu, IC555 adalah barang langka dan sulit didapat. Semua orang senang, dan seseorang memulai rumors bahwa saya telah mengalahkan jin penunggu rumah turbin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Kilas balik kehidupan dan pendapatku tentang digitalisasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Pertengahan 1984, ketika anak pertama saya lahir, saya mulai bergabung dengan Masoneilan International Inc., perusahaan yang memasok control valve untuk kilang Pertamina Cilacap. Cuma setahun, kantor kami kemudian ditutup, kabarnya karena korupsi di kantor regional di Singapura. Saya pindah ke agen Fisher Control valve, pesaing utama Masoneilan. Disini cuma setahun juga, karena kemudian saya kembali ke Masoneilan, untuk bekerja pada agennya di Indonesia yang bernama PT Duta Firza. Di perusahaan terakhir ini saya bertahan hampir dua puluh tahun dan mencapai jabatan Direktur.&lt;br /&gt;Mempelajari elektronika digital menyadarkannya bahwa proses yang tidak sempurna dapat memberikan hasil yang sempurna. Sekalipun pulsa-pulsa dalam multiplexernya tidak persegi sempurna, berita bisa dikirim dan diterima dengan sempurna. Digitalisasi sudah lama menyerbu kita dari segala penjuru. Digitalisasi sebenarnya membuang berita yang asli, dan hanya menangkap ciri-ciri berita. Itupun dengan cara kira-kira. Hasil kira-kira ini yang dikirim untuk direproduksi di tujuan. Itulah yang sehari-hari kita lihat dan dengar di TV, PC, PDA, HP. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Memasuki masa pensiun &amp;amp; keluargaku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cccccc;"&gt;Saya pensiun tahun 2005. Saya pensiun dengan hati yang berat. Tetapi perusahaan harus menjalani regenerasi, dan akan memulai arah yang saya tak punya kompetensi. Kalau tak bisa membantu, sebaiknya jangan menganggu. Seorang teman pengusaha mengajak saya bergabung mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang yang saya tak tahu apa-apa sebelumnya. Untunglah perusahaan ini bisa jalan sendiri.&lt;br /&gt;Saya mondar-mandir Jakarta-Bandung, jadi ”pembimbing” anak pertama saya yang mulai mengerjakan tugas akhir di elektro ITB, telekomunikasi. Tugasnya adalah membuat multiplexer 16 kanal untuk fiber optic. Multiplexer ini akan digunakan untuk praktikum. Anak saya, angkatan 2002, lulus sidang tugas akhir S1 tanggal 1 Februari 2007. Umurnya belum 23 tahun. Waktu seumur dia, saya baru ujian SKALU. Saya harap dia segera menjadi lebih realistis menghadapi dunia.&lt;br /&gt;Sepanjang hidup, saya menganut prinsip: tak ada rotan akar pun jadi. Oleh karena itu saya punya masalah dengan anak saya ini, karena dia berprinsip: jika tak ada rotan, cari dulu rotannya. Segala sesuatu harus sesuai dengan teori dan tata nilai yang dianut. Idealistik. Ini sering menyebabkan pilihan menjadi sangat sempit, bahkan bisa jadi mustahil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8088415005245040395-6687028586511728918?l=idhul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idhul.blogspot.com/feeds/6687028586511728918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8088415005245040395&amp;postID=6687028586511728918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8088415005245040395/posts/default/6687028586511728918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8088415005245040395/posts/default/6687028586511728918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idhul.blogspot.com/2008/05/esteem-on-story.html' title='eSTeeM on the story'/><author><name>idhul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18414090669148631123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8088415005245040395.post-7270474899731157064</id><published>2008-05-21T20:07:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T23:46:48.345-07:00</updated><title type='text'>Hari Telekomunikasi dan Informasi sedunia</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QQvOJ76VDNg/SDTxHKgOKzI/AAAAAAAAAAg/RGASM4SmczQ/s1600-h/B.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203048574900644658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 182px; CURSOR: hand; HEIGHT: 160px" height="320" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_QQvOJ76VDNg/SDTxHKgOKzI/AAAAAAAAAAg/RGASM4SmczQ/s320/B.JPG" width="293" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tanggal &lt;em&gt;17 Mei 2008&lt;/em&gt; seluruh masyarakat telekomunikasi dan informatika dunia memperingati &lt;em&gt;Hari Telekomunikasi dan Informasi sedunia &lt;/em&gt;(World Telecommunication and Information Day). Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia tidak ketinggalan pula dalam ikut merayakan hari yang cukup penting ini, sehingga pemerintah mendorong agar semua operator telekomunikasi, dan stakeholder telekomunikasi lainnya untuk ikut memperingati hari yang sangat penting bagi komunitas teekomunikasi dan informasi sedunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Hari Telekomunikasi dan Informasi sedunia berawal dari Hari Telekomunikasi Sedunia ( World Telecommunication Day) dan Hari Masyarakat Informasi Sedunia (World Information Society Day). Hari Telekomunikasi sedunia (World Telecommunication Day) telah diperingati setiap tahunnya setiap tanggal 17 Mei sejak tahun 1969, sebagai pertanda berdirinya ITU (International Telecommunication Union) dan peringatan penandatanganan Konferensi Telegraf Internasional yang pertama (the First International Telegraph Convention) pada tahun 1865. Sedangkan Hari Masyarakat Informasi Sedunia (World Information Society Day) ditetapkan oleh Majelis Umum PBB dalam suatu resolusi yang diterbitkan pada bulan Maret 2006 dan diperingati setiap tanggal 17 Mei. Hal ini adalah sesuai dengan amanat dari World Summit on the Information Society (WSIS) pada bulan Nopember 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi, pada bulan Nopember 2006, Sidang ITU Plenipotentiary Conference di Antalya, Turki memutuskan untuk memperingati kedua even tersebut pada setiap tanggal 17 Mei sebagai Hari Masyarakat Telekomunikasi dan Informasi Sedunia (World Telecommunication and Information Day). Berdasarkan Resolusi 68, ITU menghimbau agar para negara anggota dan anggota sektor dapat memperingati hari penting tersebut dengan mengorganisasikan program nasional yang bersesuaian, dengan tujuan antara lain:&lt;br /&gt;mengembangkan pemikiran dan pertukaran ide sesuai tema yang ditetapkan Council ITU&lt;br /&gt;mendiskusikan berbagai aspek dari tema tersebut dengan semua mitra di masyarakat.&lt;br /&gt;menyusun laporan yang mencerminkan diskusi nasional pada isu-isu terkait tema tersebut, untuk dikirimkan kembali ke ITU dan sesama negara anggota sebagai feedback.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini peringatan World Telecommunication and Information Society Day mengambil Tema: &lt;em&gt;“Connecting Persons with Disabilities: ICT Opportunities for All&lt;/em&gt;&lt;em&gt;”&lt;/em&gt;. Tema ini dimaksudkan untuk menampung kebutuhan khusus orang cacat dalam mengakses Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT). Pentingnya menyediakan akses yang merata termasuk bagi orang cacat tercermin dari komentar Sekjen PBB Ban Ki-moon, yang dikutip oleh ITU sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Adalah sangat penting bagi kita untuk mengubah sikap dan pendekatan kita terhadap orang-orang cacat, guna memastikan bahwa semua hak-hak dan kebebasan dasar bagi mereka tetap dihormati, termasuk hak untuk berpartisipasi penuh dalam masyarakat informasi dan dalam memberikan masukan, ide-ide dan usaha-usaha dari komunitas orang cacat”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pesan Sekjen PBB tersebut diamini pula oleh Sekjen ITU Hamadoun Toure, yang memberikan pesan bahwa “kunci untuk mewujudkan masyarakat informasi adalah akses universal. Setiap orang harus memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam era digital ini. Dan tak seorangpun boleh dihalangi untuk mendapatkan kemudahan dari adanya teknologi informasi dan komunikasi (ICT), termasuk bagi orang-orang yang terhambat karena keadaan fisiknya”. ITU mengungkapkan bahwa tiga syarat penting dalam mewujudkan pemerataan komunikasi bagi semua orang adalah: desain yang mudah diakses, ketersediaan, dan harga yang terjangkau. Solusi yang tepat untuk tantangan ini memang tidak mudah dicapai. Di satu sisi, saat ini telah tersedia perangkat maupun software yang dapat dimanfaatkan untuk orang cacat. Namun di sisi lain terdapat banyak halangan dalam menentukan perangkat yang paling tepat dengan harga terjangkau. Kendala ini ditambah lagi dengan kenyataan bahwa kebanyakan orang cacat (bahkan di negara maju sekalipun) adalah pengangguran dan tergolong dalam masyarakat dengan pemasukan rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, Ditjen Postel sebagai Administrasi Telekomunikasi Indonesia sangat mendukung program ITU tersebut untuk memberikan akses yang merata terhadap teknologi informasi dan komunikasi terutama bagi orang-orang cacat. Secara bertahap Ditjen Postel akan mengkampanyekan pentingnya memperhatikan hak-hak dan kepentingan orang cacat dalam mengakses teknologi informatika dan komunikasi. Dukungan dari seluruh stakeholders pertelekomunikasian dan informatika di Indonesia sangat diperlukan dalam program-program ini sebagaimana pada tahun-tahun yang lalu juga cukup kondusif kontribusinya pada setiap peringatan hari bersejarah ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Selamat merayakan hari Telekomunikasi dan Informasi Sedunia &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;( World Telecommunication and Information Day ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;em&gt;dikutip dari&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.postel.go.id/update/id/baca_info.asp?id_info=984"&gt;http://www.postel.go.id/update/id/baca_info.asp?id_info=984&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8088415005245040395-7270474899731157064?l=idhul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idhul.blogspot.com/feeds/7270474899731157064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8088415005245040395&amp;postID=7270474899731157064' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8088415005245040395/posts/default/7270474899731157064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8088415005245040395/posts/default/7270474899731157064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idhul.blogspot.com/2008/05/hari-telekomunikasi-dan-informasi.html' title='Hari Telekomunikasi dan Informasi sedunia'/><author><name>idhul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18414090669148631123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QQvOJ76VDNg/SDTxHKgOKzI/AAAAAAAAAAg/RGASM4SmczQ/s72-c/B.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8088415005245040395.post-5257171287756950839</id><published>2008-05-21T01:10:00.000-07:00</published><updated>2008-05-21T01:20:53.368-07:00</updated><title type='text'>back to my office</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Yah…..&lt;br /&gt;Back to my office setelah sempat libur sehari&lt;br /&gt;Lumayan meluruskan badan seharian dirmh alias tidur2an&lt;br /&gt;Kalo liat di kalender sih kmaren itu harkitnas alias hari kebangkitan nasional&lt;br /&gt;Perayaanx sih cukup heboh di TV&lt;br /&gt;Maklum yg ke 100 thn coy&lt;br /&gt;Tapi Indonesia betul2 bangkit g sih???&lt;br /&gt;Kayakx blm deh:(&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bosan jg liat stasiun TV yg pada kompak nyiarin perayaanx&lt;br /&gt;Mending cabut ah nyari angin&lt;br /&gt;Yah….. casio-ku nunjukin kurang 3 jam, jam 12 mlm&lt;br /&gt;Mana g punya motor n kalo naik angkot 3x malah baru nyampe Mantos&lt;br /&gt;Mending ke warung sebelah deh bisa ngopi n ngobrol sama ortu2&lt;br /&gt;Maklumlah diwarung sebelah yg ngumpul cuman bapak2 or ibu2 kalo pagi2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata obrolan diwarung g jauh2 beda dgn yg di TV&lt;br /&gt;Harkitnas lagi deh….&lt;br /&gt;Untunglah kopi susu + pisgorx cepat datangx jadi g bete2in amat&lt;br /&gt;Tapi lama2 denger obrolanx seru jg tuh&lt;br /&gt;Ada yg ngomong kalo skrang susah banget dapet minyak tanah, sembako pada mahal so menurutx Indonesia blm bangkit tuh alias masih jalan di t4&lt;br /&gt;Ada jg yg banding2in kalo zamanx pak harto lebih baik dr skrng&lt;br /&gt;Beras murah, g banyak pengangguran, masih bs makanlah katax.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik aja deh mending nuntasin ngopix di kamar&lt;br /&gt;Sambil memandang poster soekarno sang proklamator, renunganku kembali jalan&lt;br /&gt;Obrolan di warkop tadi malah terngiang ditelingaku&lt;br /&gt;Sy tiba2 teringat beberapa minggu yg lalu&lt;br /&gt;Peringatan 100 hari wafatx sang jenderal&lt;br /&gt;Sama2 meriah sih tapi beda suasana&lt;br /&gt;Bahkan momen itu semakin mengembangkan wacana untuk melupakan kesalahan n memaafkan sang jenderal&lt;br /&gt;Romantisme sejarah lagi deh…..&lt;br /&gt;Sy sih g bs ngapa2in menanggapi hal ini&lt;br /&gt;Siapa sih saya&lt;br /&gt;Bukan siapa2&lt;br /&gt;Bukan pelaku sejarah n bukan korban sejarah&lt;br /&gt;Sy bukan anak yg ortux PKI or diPKI-kan&lt;br /&gt;Sy bukan anak korban penculikan&lt;br /&gt;Sy bukan anak korban talang sari, tanjung priok, etc&lt;br /&gt;Sy bukan korban semanggi 1 n 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ingat semua itu sepertix kita memang belum bangkit deh:(&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8088415005245040395-5257171287756950839?l=idhul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idhul.blogspot.com/feeds/5257171287756950839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8088415005245040395&amp;postID=5257171287756950839' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8088415005245040395/posts/default/5257171287756950839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8088415005245040395/posts/default/5257171287756950839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idhul.blogspot.com/2008/05/back-to-my-office.html' title='back to my office'/><author><name>idhul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18414090669148631123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8088415005245040395.post-1626845573630552662</id><published>2008-05-13T17:53:00.000-07:00</published><updated>2008-05-29T00:23:53.870-07:00</updated><title type='text'>akhirnya ada juga yang terkatakan...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QQvOJ76VDNg/SCo8x7o-CiI/AAAAAAAAAAQ/BUzFx_wIocA/s1600-h/Dsc_0002.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200035548273445410" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 131px; CURSOR: hand; HEIGHT: 99px" height="132" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_QQvOJ76VDNg/SCo8x7o-CiI/AAAAAAAAAAQ/BUzFx_wIocA/s200/Dsc_0002.JPG" width="175" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;firstly.......&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;akhirnya ada juga yang terkatakan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;mungkin itulah yang pertama patut sy syukuri&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;yah setidaknya sy masih dpt &lt;em&gt;share &lt;/em&gt;informasi n ngungkapkan opini2ku yg kadang terpendam....&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8088415005245040395-1626845573630552662?l=idhul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://idhul.blogspot.com/feeds/1626845573630552662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8088415005245040395&amp;postID=1626845573630552662' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8088415005245040395/posts/default/1626845573630552662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8088415005245040395/posts/default/1626845573630552662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://idhul.blogspot.com/2008/05/akhirnya-ada-juga-yang-terkatakan.html' title='akhirnya ada juga yang terkatakan...'/><author><name>idhul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18414090669148631123</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QQvOJ76VDNg/SCo8x7o-CiI/AAAAAAAAAAQ/BUzFx_wIocA/s72-c/Dsc_0002.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
